Cerita dari Langit Retak

langit retak, jatuh, dan berserak di genangan air matamu. dengan sabar kaupunguti satu-satu lalu kau tata kembali di helai kain yang setia menyimpan suara-suara. dulu seorang perempuan pernah menyulamkan cerita, berakhir entah di mana. selembar kain itu sudah terlalu akrab dengan gema yang tak sampai ke mana-mana.

dibukanya kotak kecil di bawah tempat tidurnya. ia jumput sinar malu-malu yang berada di sana. ia sapukan di sehelai kain sebagai mata—sinarnya senantiasa tembus menerabas duka di dadanya.

kau bahkan tak tahu hendak menyulam cerita apa. tapi hatimu selalu penuh kata-kata

2 Responses to “Cerita dari Langit Retak”

Leave a Reply for yulysafar