Ia Sebatang Pohon

aku tak mau mengganggunya
biarkan emosinya mengalir kencang
dan habis di dada seseorang
hingga ia tertidur kembali, tenang

ia adalah sebatang pohon
menyembunyikan kisah yang tak pernah selesai
menyimpan surat-surat yang tak pernah sampai
jari-jarinya ramping menggenggam daun-daun

tak ada yang tahu sampai kapan
ia bertahan dan kapan
daun-daun itu kembali ia jatuhkan


Leave a Reply