Seekor Kupu-kupu Kehilangan Sepasang Bahu

kala yang bising membawanya pada sebuah taman. bangku kayu panjang. sepasang kaca mata, lembar halaman komik yang tertinggal, serta jejak jari-jari seseorang. di kejauhan, sebuah gedung tua membagi jalan menjadi dua. matanya kerap menanti dari arah mana sosok yang pernah ia kenal itu mengunjunginya lagi.

kala yang asing membawanya pada sebuah tepi. hamparan rumput. sepasang kacamata, lembar halaman komik yang tertinggal, serta kupu-kupu yang beterbangan. di ujung jalan, sebuah gedung tua membagi kenangannya. matanya bergetar seperti sepasang sayap kupu-kupu itu.

jarak menumbuhkan banyak pertanda. demikian terang awalnya lalu menjelma titik-titik. semacam hujan. semakin sulit dibaca. bintang melukis langit yang sama. di sana mereka kerap berjumpa. gemuruh awan basahi bangku tua di taman itu. seekor kupu-kupu kehilangan sepasang bahu.


Leave a Reply