Sebuah Kapal dan Mercusuar
terkadang kau membiarkan saja ke arah mana kakimu ingin menceburkan dirinya. seonggok kapal yang menutup telinganya dari teriakan mercusuar hingga arah membuka semua mata baginya. laut dangkal berkarang terjal. sesuatu yang disembunyikan malam. kau hanya berusaha menggerakkan ketetapan. sesuatu yang telah ditanam saat pertama tubuhmu penuh. sepenuh kitab pertama yang dituliskan. satu-satunya kitab dengan neraca di penghujung jalan.
penetapan membasahi sekujur tubuhmu dan jalan-jalan. riuh suara-suara saling bertabrakan. ada yang diam-diam menyelinap meniup-niupkan–mencoreng. ada yang sepakat dengan yang kau pertahankan. sebuah kapal terombang-ambing di tengah laut menantang. di tengah kabut kedua lututmu bergerak maju menghantam pedas ombak. sesekali kau mencuri pandang ke arah rumah terang. turunlah kirana turunlah. berumahlah engkau di kelima indera dan kalbu. agar terang. agar lapang menakar kejadian yang ditimpakan.
You’re currently reading “Sebuah Kapal dan Mercusuar”, an entry on i just want to chill out and write poems
- Published:
- 11.23.09 / 6pm
- Category:
- Garden of Poems
- Tags:
- Post Navigation:
- « Jembatan yang Lahir dari Bibirmu
Dentang Lonceng yang Mengingatkan »