Jembatan yang Lahir dari Bibirmu

saat pertama aku dilahirkan, dari sepasang bibirmu mengalir  potongan-potongan papan yang kemudian tersusun menjadi sebuah  jembatan yang menghubungkan antara dua masa, dan kanak-kanak  telingaku. ibarat sebuah cerita dan palu yang sewaktu-waktu siap  dijatuhkan. merangkai usia dengan sederet pagar dan benih dosa-dosa.

di tubuh bumi yang tampak kian compang camping, aku tumbuh  dewasa. kau mulai kehilangan daya dan aku semakin menajam—melenting—hinggap di mana-mana. juga tak sengaja diterbangkan  oleh angin yang memaksaku ikut bersamanya. ujung-ujung jariku  kerap mencari ujung-ujung jarimu. peredam getar dan anak panah  yang meluncur seperti diperintahkan. kau mulai kehilangan daya  dan hujan membuatku gemetar. cahaya meredup di ujung malam. di  pucuk kedua jalan, kita memadu badan. menata getar di ribuan  bilah papan.


2 Responses to “Jembatan yang Lahir dari Bibirmu”

Leave a Reply