Tempus

mengingat  kelahirannya, ia terduduk sesaat
tiga kelahiran yang ia tinggalkan
serupa lingkaran-lingkaran per yang sepertinya
meluncur—melesatkan

tapi kiranya semua berpaut
cerita baru adalah sederetan kisah lawas
yang terbangun dari tidur—dan bertingkah
seolah-olah bayi merah yang baru lahir

lalu jarum jam berputar melawan arah
serpihan-serpihan gambar bersebaran dan
melekat. kembali ke tempat semula
rapi dan rata seperti dinding putih yang gagah
memasang dada bagi segala yang harus dituliskan

jarum jam memutar haluan dinding kembali berhamburan
berputar—menyerpih dalam lingkar angin taufan
yang lampau terlepas sudah. jauh di depan adalah bayangan.
kini, cengkeramlah ia sekuat tangan!

2009

Leave a Reply